Berita & Artikel

Pengendalian Spesies Asing Invasif di Taman Nasional Baluran Bersama Peneliti BRIN

Pengendalian Spesies Asing Invasif di Taman Nasional Baluran Bersama Peneliti BRIN

Dipublikasikan pada 24 Januari 2026 Oleh Admin

Taman Nasional Baluran bersama dengan BRIN dan IPB  melaksanakan kegiatan  pengendalian spesies asing invasif sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem savana. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 18–22 Januari 2026 dengan melibatkan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional serta didampingi oleh petugas Taman Nasional Baluran.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam menyelesaikan  ancaman serius spesies asing invasif di kawasan konservasi Indonesia,  termasuk di Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Baluran, melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS) yang meliputi: pemahaman fundamental tentang genetika dan ekologi invasi melalui analisis genomik dan pemantauan di lokasi; pemodelan risiko spasial-temporal menggunakan big Earth data; simulasi dinamika penyebaran spesies invasif; serta pengidentifikasian strategi pengelolaan yang partisipatif dan berkelanjutan.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia saat ini menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim dan gangguan ekosistem. Salah satu ancaman utama berasal dari spesies asing invasif (Invasive Alien Species/IAS), yaitu spesies non-endemik yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, menekan pertumbuhan spesies asli, serta berdampak pada aspek ekologis, ekonomi, dan sosial.

penyebaran spesies invasif  yang masif terjadi karena adaptasi yang cepat dari kondisi lingkungan seperti perubahan iklim mempercepat dan memperluas dinamika invasi spesies asing invasif. Oleh karena itu, kolaborasi antara peneliti dan pengelola kawasan menjadi langkah penting dalam merumuskan strategi pengendalian yang adaptif dan berbasis ilmiah.

Di Taman Nasional Baluran, spesies asing invasif yang menjadi perhatian utama adalah akasia berduri (Vachellia nilotica) yang mulai dikenal dari tahun 1960-an. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan mampu mendominasi kawasan savana, sehingga menghambat pertumbuhan rumput alami yang menjadi sumber pakan utama satwa liar seperti banteng, rusa, dan kerbau liar.

Selama kegiatan berlangsung, peneliti BRIN dan IPB bersama petugas Taman Nasional Baluran melakukan beberapa tahapan kegiatan, antara lain:

  • Identifikasi dan pemetaan sebaran spesies invasif
  • Pengamatan dan pengumpulan data lapangan untuk kebutuhan penelitian
  • pengambilan sampel untuk uji laboratorium lanjutan
  • Monitoring dan evaluasi kondisi vegetasi pasca pengendalian

Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh data ilmiah yang dapat mendukung penyusunan strategi eradikasi spesies invasif yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus memulihkan fungsi ekosistem savana sebagai habitat alami satwa liar.

Balai Taman Nasional Baluran terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian kawasan melalui sinergi antara penelitian dan pengelolaan lapangan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan dalam menjaga kawasan konservasi dari ancaman spesies asing invasif.

Bersama kita jaga Baluran, Rumah Savana Jawa yang tetap lestari.

Kembali ke Beranda
Logo Baluran
Taman Nasional Baluran

Situbondo Jawa Timur

Tempat Wisata

Taman nasional adalah suatu kawasan pelestarian alam yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan tentunya memiliki ekosistem asli. Dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.