SOSIALISASI PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI DESA WONOREJO & BAJULMATI, TAMAN NASIONAL BALURAN PERKUAT KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI MUSIM KEMARAU PANJANG
Situbondo – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang serta meminimalisir potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Balai Taman Nasional Baluran melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih tanggal 19 Juni 2026 dan Balai Desa Bajulmati, kecamatan wongsorejo pada tanggal 22 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, diantaranya unsur TNI, Polri, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa penyangga kawasan Taman Nasional Baluran. Kehadiran seluruh pihak tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, Balai Taman Nasional Baluran menyampaikan bahwa fenomena kemarau panjang yang dipengaruhi oleh El Niño berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca yang kering, suhu udara yang tinggi, serta angin yang cukup kencang dapat menyebabkan api dengan mudah muncul dan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan, di antaranya tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan maupun lahan kering, tidak meninggalkan api unggun tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada petugas Taman Nasional Baluran.
Selain upaya pencegahan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur penanganan kebakaran hutan. Tim Balai Taman Nasional Baluran memaparkan tahapan pemadaman api yang dilakukan secara cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan personel. Materi juga mencakup pengenalan berbagai peralatan yang digunakan dalam operasi pemadaman, seperti gepyok api (fire beater), tangki semprot punggung (knapsack sprayer), pompa air portabel, selang pemadam, mesin pompa, alat komunikasi, hingga perlengkapan pelindung diri (APD) yang wajib digunakan oleh petugas di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Balai Taman Nasional Baluran juga mensosialisasikan keberadaan Pos Pengendalian Kebakaran Hutan (Pos Dalkarhut) yang berada di Pos Bitakol dan Pos Bekol. Kedua pos tersebut berfungsi sebagai pusat kesiapsiagaan, pemantauan, serta respons cepat apabila terjadi kebakaran di dalam kawasan taman nasional. Operasional Pos Dalkarhut didukung oleh petugas Balai TN Baluran yang bekerja sama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA), yaitu kelompok masyarakat yang telah dibina untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan, deteksi dini, hingga penanggulangan kebakaran hutan di wilayah sekitar kawasan.
Melalui kolaborasi antara Balai TN Baluran, TNI, Polri, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat desa penyangga, diharapkan upaya pengendalian kebakaran hutan dapat berjalan lebih efektif. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendeteksi dini potensi kebakaran sekaligus menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Baluran.
Kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Balai Taman Nasional Baluran di desa-desa penyangga kawasan. Setelah dilaksanakan di Desa Wonorejo dan Desa Bajulmati, kegiatan serupa akan dilanjutkan dalam waktu dekat di Desa Sumberwaru dan Desa Sumberanyar yang berada dalam lingkup kerja SPTN Wilayah II Karangtekok. Melalui pelaksanaan sosialisasi secara bertahap di seluruh desa penyangga, diharapkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan semakin meningkat sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Balai Taman Nasional Baluran mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan sebagai warisan alam yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial yang sangat penting. Kepedulian setiap individu dalam mencegah kebakaran hutan merupakan bentuk nyata kontribusi dalam melindungi keanekaragaman hayati serta keberlangsungan kehidupan bagi generasi mendatang.
Mari bersama menjaga hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila melihat asap atau titik api di sekitar kawasan hutan, segera laporkan kepada petugas Balai Taman Nasional Baluran atau aparat setempat. Hutan lestari adalah tanggung jawab kita bersama.
Salam Konservasi!
Taman Nasional Baluran
Situbondo Jawa Timur
Tempat Wisata
Taman nasional adalah suatu kawasan pelestarian alam yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan tentunya memiliki ekosistem asli. Dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.