TN BALURAN PERKUAT PERAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN MELALUI SOSIALISASI DI SUMBERWARU DAN SUMBERANYAR
Situbondo – Balai Taman Nasional Baluran kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di desa-desa penyangga kawasan konservasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Sumberwaru pada 23 Juni 2026 dan dilanjutkan di Balai Desa Sumberanyar pada 24 Juni 2026, yang keduanya berada dalam lingkup kerja SPTN Wilayah II Karangtekok.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Balai TN Baluran dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan dihadiri oleh unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, serta warga desa penyangga kawasan Taman Nasional Baluran.
Dalam penyampaiannya, petugas Balai TN Baluran menjelaskan bahwa kebakaran hutan merupakan salah satu ancaman serius bagi kelestarian kawasan konservasi. Selain berdampak pada rusaknya habitat satwa liar dan vegetasi alami, kebakaran juga dapat menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang selama ini memperoleh manfaat dari keberadaan kawasan Taman Nasional Baluran, khususnya melalui sektor wisata alam dan jasa lingkungan.
Masyarakat diberikan pemahaman mengenai berbagai upaya pencegahan kebakaran, antara lain tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta pentingnya segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di sekitar kawasan hutan.
Selain itu, peserta sosialisasi juga memperoleh informasi mengenai sistem pengendalian kebakaran hutan yang telah disiapkan oleh Balai TN Baluran, termasuk keberadaan Pos Pengendalian Kebakaran Hutan (Pos Dalkarhut) yang beroperasi di Pos Bitakol dan Pos Bekol. Kedua pos tersebut berfungsi sebagai pusat kesiapsiagaan, pemantauan, serta respons cepat terhadap potensi kejadian kebakaran di dalam kawasan taman nasional.
Dalam upaya pengendalian kebakaran hutan, Balai TN Baluran juga terus memperkuat kerja sama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di desa-desa penyangga kawasan. Kelompok MPA berperan penting dalam kegiatan patroli, pemantauan lapangan, deteksi dini, hingga pelaporan apabila ditemukan potensi kebakaran.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab antara petugas dan masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan serta masukan yang disampaikan terkait upaya pencegahan kebakaran dan perlindungan kawasan hutan. Melalui pendekatan yang partisipatif, diharapkan masyarakat dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Baluran.
Balai TN Baluran menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sumberwaru dan Pemerintah Desa Sumberanyar, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, TNI, Polri, MPA, dan Balai TN Baluran menjadi modal penting dalam menciptakan sistem pencegahan kebakaran hutan yang efektif dan berkelanjutan.
Mari bersama menjaga hutan dari ancaman kebakaran. Hindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api dan segera laporkan kepada petugas apabila menemukan asap atau titik api di sekitar kawasan hutan. Kelestarian Taman Nasional Baluran merupakan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Salam Konservasi! 🌿
Taman Nasional Baluran
Situbondo Jawa Timur
Tempat Wisata
Taman nasional adalah suatu kawasan pelestarian alam yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan tentunya memiliki ekosistem asli. Dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.