Tentang Taman Nasional Baluran
"Africa van Java"
Profil Kawasan
Taman Nasional Baluran merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli. Kawasan ini dikelola dengan sistem zonasi dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.
Pengelolaan Taman Nasional Baluran dilaksanakan berdasarkan prinsip konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya yang tertuang dalam **UU Nomor 5 tahun 1990 tentang KSDAE** dan **UU 41 tahun 1999 tentang Kehutanan**, melalui tiga pilar utama:
- Perlindungan sistem penyangga kehidupan
- Pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
- Pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya
Letak Geografis
Letak Geografis: 114° 29' 10" – 114° 39' 10" BT & 7° 29' 10" – 7° 55' 55" LS
Taman Nasional Baluran berbatasan dengan beberapa wilayah, yaitu:
- **Sebelah Utara:** Berbatasan dengan Selat Madura
- **Sebelah Timur:** Berbatasan dengan Selat Bali
- **Sebelah Selatan:** Berbatasan dengan Desa Wonorejo, Sungai Bajulmati, Desa Bajulmati dan Desa Watukebo
- **Sebelah Barat:** Berbatasan dengan Sungai Kelokoran dan Desa Sumberwaru
Sejarah Kawasan
• Tahun 1920: Eksistensi kawasan Baluran dalam kesejarahannya diawali dengan usulan pencadangan hutan Blitoksa seluas 1.553 Ha untuk ditetapkan sebagai areal hutan produksi tanaman jati (jati Bosch).
• Tahun 1928: Upaya konservasi kawasan Baluran telah dilakukan sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Rintisan penunjangnya menjadi suaka margasatwa telah dilakukan oleh Kebun Raya Bogor, yang merupakan cikal bakal dari upaya perlindungan kawasan.
• Tahun 1930 Pada tanggal 29 Januari 1930, diterbitkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 89 yang menetapkan Baluran sebagai Hutan Lindung (Boschreserve).
• Tahun 1937:messages. Pada tanggal 26 September 1937, Pemerintah Hindia Belanda menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 9, Lembaran Negara 1937, No. 544. Areal Baluran ditunjuk sebagai Suaka Margasatwa (wildreservaat) seluas 25.000 ha.